Beranda DAERAH Ibu Kota Kalimantan Selatan Pindah ke Banjarbaru, Walikota Banjarmasin Menolak

Ibu Kota Kalimantan Selatan Pindah ke Banjarbaru, Walikota Banjarmasin Menolak

Ibu Kota Kalimantan Selatan
Ibu kota Kalimantan Selatan dipindahkan dari Banjarmasin ke Banjarbaru. Namun pemindahan ini berujung pertikaian ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tidak terima dan menggugat pemindahan Ibu Kota Kalimantan Selatan itu. Sedangkan Walkot Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin sebaliknya yaitu mendukung sepenuhnya.

“Secara yuridis, pembentukan UU Kalsel menjadi semangat pembaruan yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan dapat terpola secara menyeluruh,” ujar kuasa Walkot Banjarbaru, Hendra Fernadi, Jumat (5/8/2022).

“Oleh karenanya, Pihak Terkait menilai dalil hukum Pemohon tentang kerugian yang di alaminya hanya bersifat imajiner. Sebab, perkembangan setiap usaha daerah berkembang sesuai dengan kultur dan keadaan daerahnya. Maka dalil Pemohon tersebut tidak berhubungan langsung karena setiap daerah di Indonesia memiliki kebijakan berdasarkan otonomi daerahnya masing-masing,” imbuh Hendra.

Kubu Walkot Banjarbaru menepis tudingan pemindahan ibu kota Kalimantan Selatan dapat mempengaruhi kebijakan dalam kesejahteraan masyarakat.

Dalil tersebut tidaklah relevan karena program Pemerintah Pusat terutama terkait pembangunan infratruktur bersifat merata di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga Provinsi Kalimantan Selatanpun termasuk ke dalam wilayah yang akan mendapat hak yang sama untuk pengembangan infrasrukturnya.

“Selain itu, Pihak Terkait juga berpendapat setiap wilayah dalam satu provinsi yang terdiri atas kabupaten/kota diharuskan saling bersinergi guna kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya,” ucap Hendra.

Sebagaimana diketahui, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya juga bergabung ikut menggugat UU tersebut. Selain itu, ikut mengajukan permohonan Kadin Banjarmasin serta warga Banjarmasin Syrifuddin Nisfuady, Ali, Hamdani, dan Khairiadi. Adapun pemindahan ibu kota Kalimantan Selatan disebutkan di Pasal 4 UU 8/2022 yang menyatakan:

Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan berkedudukan di Kota Banjarbaru.

Pemohon menilai pemindahan itu tidak berdasarkan aspirasi dan hak- hak dasar kelompok masyarakat Banjarmasin dan masyarakat Kalimantan Selatan sehingga dapat memecah rasa persatuan di antara para anggota masyarakat Banjarmasin.

“Selama ini Kota Banjarmasin dinilai masih bisa menjadi ibu kota Kalimantan Selatan, karena tidak ada ancaman yang berarti yang dapat mengakibatkan lumpuhnya pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan,” bebernya.

Artikulli paraprakGuru Honorer Cabuli Siswi SMK di Banjarmasin Ditangkap di Yokyakarta, Setelah DPO Selama 5 Bulan
Artikulli tjetërSimak Rekomendasi Sarung Bantal Lembut yang Bikin Tidur Makin Nyenyak!